Ummat Bersatu Tidak Bisa Dikalahkan

ukhuwah

KHUTBAH PERTAMA

الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ، وَفَضَّلَهُ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ بِالْإِنْعَامِ وَالتَّكْرِيْمِ، فَإِنِ اسْتَقَامَ عَلى طَاعَةِ اللهِ اسْتَمَرَّ لَهُ هذَا التَّفْضِيْلُ فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَإِلاَّ رُدَّ فِي الْهَوَانِ وَالْعَذَابِ الْأَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَهُوَ الْخَلاَّقُ الْعَلِيْمِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ شَهِدَ لَهُ رَبُّهُ بِقَوْلِهِ: {وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيْمِ} صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ سَارُوْا عَلَى النَّهْجِ القَوِيْمِ وَالصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا، أَمَّ بَعْدُ:
أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوْا اللهَ تَعَالىَ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ، وَإِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Ayyuhal muslimun! Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنَكُمْ وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang beriman.” (Q.S. Al-Anfal:1)

 

Jahiliah modern ternyata jauh lebih kompleks dan berbahaya. Dampaknya juga jauh lebih dahsyat multi dimensional.
Semua itu adalah tantangan dan ancaman ummat. Kita singkat ISIS :
1. Imperialisme : Penjajahan ini juga bertujuan meraih  :
A. Glory ( Politik)
Seperti Reinkarnasi PKI dan Rezim yang permisif terhadap Neo Komunisme atau ( Kasus seminar di jakarta yang    sastrawan kita Ustad Taufiq ismail ) serta cenderung islamofoibia  seperti dala pemberantasan terorisme dll
B. Gold (Ekonomi )
Yang dikuasai non pribumi. Saudagar Muslim kian terjepit. Kemisikinan makin meroket, Neoliberalisme jadi Kebijakan ekonomi
C. Gospel (Kristenisasi)
Yang makin bebas atas nama kebebasan beragama dan HAM Rezim Secara sengaja atau tidak memberikan ruang imperialisme baru ini,

2.  SEKULARISME
Memisahkan agama dari kehidupan sosial Islam hanya dibatasi ritual (ثُمَّ أَنْتُمْ هَٰؤُلَاءِ تَقْتُلُونَ أَنْفُسَكُمْ وَتُخْرِجُونَ فَرِيقًا مِنْكُمْ مِنْ دِيَارِهِمْ تَظَاهَرُونَ عَلَيْهِمْ بِالْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَإِنْ يَأْتُوكُمْ أُسَارَىٰ تُفَادُوهُمْ وَهُوَ مُحَرَّمٌ عَلَيْكُمْ إِخْرَاجُهُمْ ۚ أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ ۚ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَٰلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَىٰ أَشَدِّ الْعَذَابِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ) [Surat Al-Baqara : 85] ( QS 2 : 85 ). Turunannya Liberalisme, pluralisme, Relativisme dan Hedonisme.
Awalnya merusak pikiran dan Akhirnya hukum hukum Islam. Meminjam istilahnya  Prof. Yusuf Qordhawi  “Tsaurat al Fikriyyah Qobla
Tsaurat al Hukumiyyah. ( Revolusi Pemikiran Sebelum Revolusi Hukum /Undang undang ).

3. INDIVIDUALISME0
Nafsu Ananiyah atau Egoisme menjadi lifestyle.
Piranti IT telah menggerus anak anak kita dari relasi sosialnya.
Individualise baru telah jadi Tuhan.                                                           (أَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ أَفَأَنْتَ تَكُونُ عَلَيْهِ وَكِيلًا)
[Surat Al-Furqan : 43] ( QS 25 : 43 ).
Empati dan simpati terhadap fakir miskin dan mustadh’afin tergerus dan menipis.

4. SINKRITISME
Bauran tradisi lokal dibugkua atas nama agama yang sama aekali tidak Islami. Takhayyul , Bid’ah Khurofat dipoles dengan promosi wisata. Bahkan Islam dilokalkan : Isla7m Indoesia, Islam Arab dst.                     (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ)
[Surat Al-Baqara : 172]( Qs 2 :170 )

Bagaimana kita memberikan solusi. Disini Ummat harus bersatu padu seperti saat Rasululah berhijrah  membangun 4 pilar Ummat.
1. Bangun Masjid / makmurkan masjid
(إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ)
[Surat At-Tawba : 18] ( QS 9  : 18 ).
2. Ciptakan basis sosial persaudaraan sesama muslim.
(إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ)
[Surat Al-Hujraat : 10] ( Qs 49 ; 10 )
3. Bangun pasar/Berdayakan Ekonomi Ummat.

Ahmad Barir

Penulis :

Drs. Achmad Barir M.Si.

Alumni Fiad Tahun 1987

Domisili di Surabaya.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Ikatan Alumni Fiad ( IKALFIAD ) Surabaya, adalah wadah bertemu dan berinteraksinya para alumnus yang sudah menyelesaikan pendidikan di Fiad, maupun yang belum lulus.